Kamis, 03 Juni 2010

ngomongno suroboyo lawas gag ngomongno persebaya mbujuk pekk....!! iki lho sejarahe..

Sejarah
Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya,
Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).



Dalam perjalanan sejarahnya, klub ini juga pernah menorehkan beberapa prestasi dan langkah penting. SIVB bersama beberapa kalub lain turut membidani kelahiran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Jogjakarta pada tanggal 19 April 1930.


Prestasi dan Kontroversi
Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh dr Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951, dan 1952.

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988.

Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997 dan 2004.

Selain prestasi, Persebaya juga penuh dengan kontroversi yang dilakukan pengurus, segenap pemain dan para pendukungnya. Saat menjuarai Kompetisi Perserikatan pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah "sepakbola gajah" karena mengalah kepada Persipura 0-12, untuk menyingkirkan saingan mereka PSIS Semarang

Kontroversi yang boleh jadi masih segar di ingatan kita adalah ketika tahun 2005 Persebaya menggemparkan publik dengan mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut, Surabaya kena sanksi 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia


Semangat Multikultural
Lalu yang menarik dari Persebaya adalah adanya semangat multikultural. Sepakbola memang pengusung jiwa multikultural. Ini bisa dilihat dari beragamanya ras dan etnis pemain di sepanjang sejarah Persebaya. Ketika pada 2004 Persebaya meraih juara Liga, pelatihnya Jacksen F. Tiago berasal dari Brasil. Pada tahun lalu, penjaga gawangnya Zheng Ceng berasal dari Tiongkok. Ceng pernah disambut Pak Dahlan yang pernah memimpin Persebaya selama 2002-2003di Graha Pena. Kehadiran Ceng mampu mengundang minat para penonton yang beretnis Tionghoa.

Sebenarnya berbicara tentang peran pemain Tionghoa dalam tubuh Persebaya hal ini juga pernah terjadi pada era Zaman Jepang dan awal Kemerdekaan. Klub Suryanaga adalah pemasoknya. Tapi tanpa menonjolkan etnis tertentu, berkat perpaduan berbgai etnis Persebaya menjadi pengusung semangat multikultural yang "vokal".

Semangat multikultural memang cocok dengan kondisi metropolis sebagai kota yang beragam. Keragaman adalah kekayaan yang mungkin belum banyak disadari oleh segenap warga metropolis. Penghormatan dan penghargaan kita akan keragaman akan mendorong terciptanya sebuah lingkungan kota yang kondusif untuk kehidupan (seperti berkerja dan beristirahat).

Persebaya memang menjadi semacam perekat yang paling memungkinkan untuk mewujudkan nilai-nilai mulia multikultural di metropolis yang majemuk ini. Tapi harus diakui, nilai-nilai mulia seperti itu juga rentan dibajak oleh semangat yang tidak sportif,
majulah Persebayaku..!!

berikut adalah biodata Persebaya dan foto - foto lawasnya..
bekicott..

Posisi akhir musim 2008/09: Peringkat 4 Divisi Utama
Nama Stadion: Stadion Gelora 10 November Tambaksari (Kapasitas 30.000)
Tanggal Berdiri: 18 April 1927
Julukan: Bajul Ijo, Green Force
Kelompok Suporter: Bonek Mania

Prestasi :


Perserikatan
* 1938 - Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta
* 1942 - Runner-up, kalah dari Persis Solo
* 1950 - Juara, menang atas Persib Bandung
* 1951 - Juara, menang atas Persija Jakarta
* 1952 - Juara, menang atas Persija Jakarta
* 1965 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
* 1967 - Runner-up, kalah dari PSMS Medan
* 1971 - Runner-up, kalah dari PSMS Medan
* 1973 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
* 1977 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
* 1978 - Juara, menang atas PSMS Medan
* 1981 - Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh
* 1987 - Runner-up, kalah dari PSIS Semarang
* 1990 - Runner-up, kalah dari Persib Bandung

Liga Indonesia
* 1994/1995 - Posisi ke-9, Wilayah Timur
* 1995/1996 - Posisi ke-7, Wilayah Timur
* 1996/1997 - Juara
* 1997/1998 - dihentikan
* 1998/1999 - Runner-up
* 1999/2000 - Posisi ke-6, Wilayah Timur
* 2001 - Lupa.. :P
* 2002 - Degradasi ke Divisi Satu
* 2003 - Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
* 2004 - Juara
* 2005 - Mundur dalam babak 8 besar (awalnya diskorsing dua tahun, namun dikurangi menjadi 16 bulan, dan kemudian dikurangi lagi menjadi degradasi ke Divisi Satu)
* 2006 - Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
* 2007 - Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga)
* 2008 - lupa.. :P
* 2009 - Peringkat 4 Divisi Utama
* 2010 - ?

Liga Champions Asia
* 1998 - Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia)
* 2005 - Babak pertama

Tim juara Liga Perserikatan 1975-1978



Kalau yg ini, sapa bilang PERSEBAYA hanya pakai jersey hijau-hijau-putih ?? jaman 70an juga pakai jersey merah-putih, Rek !!!



Timnas PSSI waktu berlaga di kompetisi Pestabola Merdeka Malaysia tahun 1977... kalau sampeyan perhatikan, 80% pemain tim utama adalah berasal dari PERSEBAYA SURABAYA...



Majulah Persebaya..!!!
GO GREEN FORCE..!!!

sumber :
- kaskus.us
- goal.com
- persebaya.blogspot.com

1 komentar:

You'll Never Walk Alone mengatakan...

tahun 1978 Persebaya Juara, tetapi bukan melawan PSMS, tetapi melawan Persija Jakarta dgn angka 4-3 gol Persebaya dicetak oleh Hadi Ismanto (2), Rudy William Keltjees dan Joko Malis, sedang gol Persija dicetak oleh Taufik Saleh (2) dan Andilala. dmk sebagai koreksi.

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 Soerabadja Tempoe Doloe.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.